Home Terbaru Untuk Kepentingan Medis, Legalisasi Ganja Masuk Revisi UU Narkotika

Untuk Kepentingan Medis, Legalisasi Ganja Masuk Revisi UU Narkotika

Video kabar2 terbaru June 29, 2022 1:03 pm

JawaPos.com – Rencana legalisasi ganja untuk kebutuhan medis terus digodok DPR. Persoalan itu hendak dibahas di dalam revisi Undang-Undang (UU) tentang Narkotika yg sedang dimatangkan Komisi III DPR. Namun, legalisasi ganja tersebut menimbulkan pro dan juga serta kontra di tengah masyarakat.

Kebutuhan ganja medis itu disampaikan Santi Warastuti yg kemarin (28/6) berkunjung ke gedung DPR.

Dia datang dengan anaknya, Pika, dan juga serta kuasa hukumnya, Singgih Tomi Gumilang. Mereka diterima Wakil Pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Santi ialah seorang ibu yg melakukan kampanye ganja untuk medis saat kegiatan car free day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Hari Minggu (26/6) lalu. saat itu Ia membentangkan poster bertulisan ”Tolong, anakku butuh ganja medis”. Aksinya tersebut viral di jagat media sosial.

Dasco mengatakan, pihaknya mendengar aspirasi terkait ganja medis berasal dari Santi dan juga serta kuasa hukumnya. ”Semua aspirasi berasal dari masyarakat mesti kami dengar, bagus yg pro maupun yg kontra,” tutur Ia seusai pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Layanan di Armuzna: Tenda Lebih Lapang, Toilet Banyak

Ketua harian DPP Partai Gerindra itu menjelaskan, setelah mendengar aspirasi berasal dari Santi, pihaknya hendak meminta komisi III melakukan rapat kerja dengan rekan kerjanya. Apalagi, saat ini komisi yg membidangi masalah hukum tersebut sedang membahas revisi UU Narkotika. menjadi, pembahasan legalisasi ganja untuk medis dapat dilakukan bersamaan dengan pembahasan revisi UU itu.

Dasco berharap rapat kerja tersebut dapat dilaksanakan pada Hari Minggu ini. Sebab, pada 8 Juli mendatang DPR telah masuk masa reses. ”menjadi, kami harap secepatnya dapat dilakukan rapat kerja,” tuturnya.

Apakah Kementerian Kesehatan hendak diundang? Dasco menyatakan, Kemenkes merupakan rekan kerja komisi IX. Menurut dia, nanti komisi III yg hendak melakukan koordinasi dengan komisi IX dan juga serta pemerintah. Sebab, UU Narkotika sedang dibahas di komisi III. yg jelas, komisi III hendak membahas legalisasi ganja untuk medis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

di dalam kesempatan itu, Santi sangat bersyukur dan juga serta berterima kasih kepada pimpinan DPR yg telah mendengar aspirasinya. Ia berharap legalisasi ganja untuk medis dapat segera terwujud. ”Sehingga dapat menolong anak saya dan juga serta anak-anak yg yg lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Pesan Haru Nabila Usai Jenazah Eril Ditemukan: Aku Tunggu Kamu di Sini

Menurut Santi, anaknya menderita cerebral palsy. Setiap anak yg menderita cerebral palsy selalu mengalami kejang. dan juga serta setiap kejang-kejang, pasti anak hendak mengalami kemunduran pada kesehatannya. Kondisi tersebut sangat menyakitkan bagi dirinya. Sebab, untuk mengalami kemajuan itu sangat sulit, apalagi disertai kejang.

Santi mengatakan, ganja dapat digunakan untuk mengatasi kejang. Namun, Ia belum pernah memberikan ganja medis kepada anaknya. Menurut Santi, penggunaan ganja untuk pengobatan membutuhkan pengawasan khusus berasal dari pemerintah. Ia belum mengetahui pasti prosedur penggunaan ganja. ”Makanya, saya memohon kepada pemerintah untuk dibuatkan regulasi supaya nanti pemakainya pun terawasi,” ucapnya.

Singgih, kuasa hukum Santi, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan judicial review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait legalisasi ganja untuk medis. Ia tidak tahu kapan gugatannya diputus hakim. Kabarnya, kemarin hakim MK melakukan pembahasan dan juga serta selanjutnya MK mengeluarkan legal opinion. Setelah mereka sepakat, baru hendak dibacakan putusannya.

Pihaknya cuma dapat menunggu kapan keputusan hendak dikeluarkan. Singgih menyatakan mengajukan JR sejak 2020. Karena belum serta terdapat putusan, Santi pun melakukan aksi di dalam kegiatan CFD di Bundaran HI. ”Aksi di jalan itu untuk mendesak MK supaya segera memutuskan gugatan kami. Karena telah dua Tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Meninggal sebelum Wukuf, Calon Jemaah Haji Akan Dibadalkan

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin ikut mengomentari wacana legalisasi ganja untuk kepentingan kesehatan. ”Saya kira masalah (ganja, Red) kesehatan itu nanti MUI mesti membuat fatwa baru,” katanya setelah mengikuti rapat pimpinan MUI di Jakarta kemarin.

Ma’ruf menerangkan, saat ini MUI telah memiliki fatwa soal ganja. Tetapi nanti dapat dikaji kembali, khususnya dikaitkan dengan urusan kesehatan. Ia menjelaskan, tentu nanti hendak dibahas kriteria-kriteria atau ganja jenis apa yg diperbolehkan untuk kepentingan medis.

Mantan Pimpinan umum MUI itu menambahkan, fatwa tersebut dapat digunakan sebagaimana bahan kajian sekaligus pertimbangan DPR. ”Jangan sampai (legalisasi ganja, Red) nanti berlebihan dan juga serta menimbulkan kemudaratan,” tuturnya. Ma’ruf menjelaskan, nantinya bakal terdapat klasifikasi atau varietas ganja yg boleh dikonsumsi selama untuk kepentingan medis.

VIRAL: Santi saat berdemontrasi di area car free day Jakarta, Hari Minggu (26/6) lalu. (TWITTER)

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Lihat video selengkapnya :