Home Terbaru Radikalisme Masuk Area Pendidikan, MUI Bilang Begini

Radikalisme Masuk Area Pendidikan, MUI Bilang Begini

Video kabar2 terbaru June 24, 2022 1:26 am

JawaPos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menyoroti soal mulai masuknya paham radikalisme ke area pendidikan. Kondisi ini mesti ditangani dengan tepat supaya tak semakin parah.

Ketua MUI, Cholil Nafis mengatakan, penting adanya perlawanan atas penyebaran radikalisme di area pendidikan. Seperti pemberian pembelajaran agama yg mendalam kepada para siswa. “Pendidikan agama yg komprehensif itu penting serta diintensifkan di sekolah-sekolah,” kata Nafis kepada JawaPos.com, Hari Kamis (23/6).

Selain itu, mesti terdapat penaman cinta tanah air kepada para siswa. Sehingga terbangun mental siswa yg humanis.

Baca Juga :  Jadi Pasangan Tertua, Cerita Kakek 93 Tahun Nikahi Nenek 71 Tahun

Di sisi yg lain, aspek kesejahteraan dan juga serta pemerataan pembangunan serta mesti diperhatikan pemerintah. Pasalnya, aksi terorisme tidak cuma persoalan agama, melainkan adanya rasa ketidakadilan sehingga bertindak atas nama keagamaan untuk aksi teror.

“Seringkali dengan dalih agama itu orang berani mati, bunuh diri, dari karena itu tidak cukup kami berbicara cuma keagamaan, tanpa memberantas berasal dari kedzaliman, menyebarkan pemerataan pembangunan dan juga serta kesejahteraan,” pungkas Nafis.

Baca Juga :  Unggah Meme Stupa Mirip Jokowi, Roy Suryo Dilaporkan ke Bareskrim

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan juga serta Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyoroti adanya doktrin ideologi khilafah yg menyesatkan di lingkungan satuan pendidikan khususnya pondok pesantren. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar menilai, bahaya radikalisme telah menyusup di satuan pendidikan.

“Kami sangat prihatin dan juga serta khawatir atas hadirnya doktrin ideologi khilafah yg dapat mempengaruhi keyakinan anak-anak terhadap ideologi Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini tentu saja hendak memberikan akibat buruk terhadap sikap toleransi dan juga serta cinta tanah air yg dimilikinya,” ungkap Nahar kepada wartawan, Hari Kamis (23/6).

Baca Juga :  MAMAMOO Rayakan Anniversary ke-8 di Sauna, Solar dan Kawan-Kawan Tetap Terlihat Swag

KemenPPPA turut mengecam berbagai sikap dan juga serta budaya yg disebarkan dari doktrin tersebut. Seperti dilarang hormat pada bendera Merah Putih, tidak diajarkan mengenai Pancasila sebagaimana ideologi di Indonesia, tidak pernah terdapat bendera dan juga serta menghormati ke bendera selain bendera KM sampai larangan sekolah di dalam memasang potret Presiden.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Lihat video selengkapnya :