Home Terbaru Jamaah Haji Risiko Tinggi Dipasangi Gelang Kesehatan

Jamaah Haji Risiko Tinggi Dipasangi Gelang Kesehatan

Video kabar2 terbaru June 24, 2022 1:02 pm

JawaPos.com – Petugas Haji Kementerian Agama memastikan calon jamaah haji Indonesia yg memiliki risiko kesehatan tinggi (risti) memakai gelang kesehatan (wristband) berbentuk smartwatch sebelum diberangkatkan ke Saudi Arabia. Jamaah pada pemberangkatan kloter 8 Embarkasi Batam (BTH 8) pun termasuk yg menerapkan sistem tersebut.

“kami selalu melakukan pengecekan kesehatan untuk calon jamaah haji pada satu hari menjelang pemberangkatan ke Arab Saudi. berasal dari kloter pertama sampai sekarang. Di situlah dokter memberikan gelang kesehatan bagi calon jemaah haji yg memiliki risiko tinggi,” ungkap Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau, Edi Batara kepada wartawan, Hari Jumat (24/6).

Baca Juga :  Yeni Inka - Esem Lan Guyumu

Edi mengatakan, BTH 8 memberangkatkan 448 jamaah haji. Mereka terbang ke Arab Saudi Jam 13.00 WIB dengan maskapai Saudia Airlines. berasal dari jumlah itu, terdapat 33 lansia yg telah diberikan gelang kesehatan.

“Meski demikian seluruh calon jamaah haji telah diberangkatkan di dalam kondisi sehat,” imbuhnya.

Selain gelang kesehatan, jemaah serta dibekali sarapan, makan siang, minum, serta makan di dalam pesawat. Sementara Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Kloter 8 Embarkasi Batam, Nelma Syahrial menjelaskan, gelang kesehatan merupakan inovasi berasal dari Kementerian Kesehatan RI yg dapat menghubungkan info kondisi kesehatan terkini berasal dari calon jamaah haji ke Software Aplikasi bernama Telejemaah.

Baca Juga :  Doa Dimudahkan Rezeki dan Segala Urusan, Lengkap dengan Artinya

“Melalui Telejemaah yg terhubung ke gelang kesehatan, petugas kesehatan haji dapat mengukur info tekanan darah, saturasi oksigen, detak jantung, dan juga serta suhu tubuh calon jemaah haji secara digital. Tentu ini sangat memudahkan di dalam pengecekan kesehatan selama di Arab Saudi,” ungkap Nelma.

“Untuk edukasi penggunaan gelang kesehatan telah kami sampaikan melalui microphone pada saat sesi perenggangan, melalui grup Whatsapp, serta melalui per kelompok, serta beberapa kali edukasi secara personal secara face to face,” tambahnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Pemda D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Lihat video selengkapnya :